Grobogan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat sinergi dan kemitraan dengan masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan Agroforestry Tebu Mandiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di petak 47D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dersemi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung, dengan luas lahan mencapai 4,09 hektare, pada Jumat (12/12).
Kegiatan ini melibatkan jajaran petugas BKPH Bandung bersama masyarakat sekitar hutan yang berperan sebagai tenaga kerja penggarap lahan agroforestry. Selain itu, Wakil Administratur KPH Purwodadi menggelar kegiatan komunikasi sosial bersama tokoh masyarakat desa sekitar hutan. Komunikasi dilakukan secara santai melalui kegiatan ngobrol bersama di Pos Keamanan Hutan 47 RPH Dersemi.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, menyampaikan bahwa pengelolaan agroforestry tebu mandiri merupakan salah satu bentuk upaya Perhutani dalam meningkatkan produktivitas hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
“Melalui agroforestry tebu mandiri ini, Perhutani tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menjelaskan bahwa kegiatan komunikasi dengan masyarakat dan tokoh setempat sangat penting untuk menjaga keharmonisan dalam pengelolaan kawasan hutan.
“Kami rutin melakukan komunikasi sosial agar setiap permasalahan di lapangan dapat diselesaikan secara musyawarah. Keterlibatan masyarakat sebagai penggarap juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan agroforestry di wilayah BKPH Bandung,” jelasnya.
Tokoh masyarakat setempat, Slamet, menyambut baik langkah Perhutani yang terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan.
“Kami merasa dihargai dan dilibatkan dalam pengelolaan hutan. Kegiatan seperti ini membuat hubungan antara Perhutani dan masyarakat semakin baik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap sinergi dengan masyarakat penggarap dapat terus terjaga dan berkembang, sehingga pengelolaan hutan berbasis kemitraan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak. (Mj-A)
Editor : Aris