Grobogan – Dalam upaya meningkatkan keberhasilan pengelolaan agroforestry yang berkelanjutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan sosialisasi strategi keberhasilan agroforestry kepada para pesanggem Dusun Dorosemi, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, pada Minggu (28/12).
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh warga masyarakat yang merupakan pesanggem pada Petak 84A1 seluas 11,3 Ha wilayah RPH Dersemi, BKPH Bandung, KPH Purwodadi, yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tanjungharjo Manunggal. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman dan arahan teknis terkait pengelolaan tanaman agroforestry agar dapat tumbuh optimal tanpa mengganggu kelestarian hutan, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa agroforestry merupakan salah satu program strategis Perhutani dalam menyelaraskan kepentingan ekonomi masyarakat dengan kelestarian sumber daya hutan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pesanggem dapat memahami strategi pengelolaan agroforestry yang tepat, mulai dari pemilihan jenis tanaman, pola tanam, hingga pemeliharaan, sehingga tanaman kehutanan tetap terjaga dan hasil pertanian masyarakat dapat meningkat. Prinsipnya adalah hutan tetap lestari, masyarakat semakin sejahtera,” ungkap Sri Purwanto.
Sementara itu, Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Supadi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang terus dilakukan oleh Perhutani kepada para pesanggem. Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
“Kami dari LMDH Tanjungharjo Manunggal sangat mendukung kegiatan ini. Dengan adanya sosialisasi dan arahan langsung dari Perhutani, pesanggem menjadi lebih paham bagaimana mengelola lahan agroforestry dengan baik tanpa merusak hutan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama dalam jangka panjang,” ujar Supadi.
Salah satu pesanggem, Wakimin, mengaku senang dan terbantu dengan adanya sosialisasi strategi agroforestry tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga hutan tempat mereka bergantung.
“Kami sebagai pesanggem merasa terbantu dengan penjelasan dari Perhutani. Harapannya, tanaman agroforestry bisa berhasil, hasilnya menambah penghasilan kami, dan hutan tetap terjaga dengan baik,” kata Wakimin.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat desa hutan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan secara seimbang.
Editor : Aris