SEMARANG, (07/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Kodim 073/Diponegoro yang direncanakan berlokasi di kawasan hutan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jembolo Utara, KPH Semarang. Dukungan tersebut ditindaklanjuti melalui peninjauan lapangan di Petak 19b Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jragung pada Rabu (07/01) guna memastikan kesiapan serta kelayakan lahan yang akan digunakan sebagai markas satuan baru.
Peninjauan lapangan tersebut dihadiri oleh Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Erza Nathanael, Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto, perwakilan Koramil 13/Karangawen, Wakil Kepala Kepolisian Sektor Karangawen, Camat Karangawen beserta jajaran, serta Wakil Administratur/Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (KSKPH) Semarang Andi Henu bersama jajaran.
Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Erza Nathanael menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengecekan dan inspeksi calon lokasi pembangunan Yonif TP di Kabupaten Demak yang berada dalam wilayah kelola Perum Perhutani KPH Semarang.
“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Secara umum, lahan yang disiapkan dinilai strategis karena dekat dengan Bendungan Jragung serta didukung akses jalan yang memadai,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Administratur/KSKPH Semarang Andi Henu menyampaikan bahwa peninjauan lapangan bertujuan untuk menilai kesesuaian lokasi dengan kebutuhan pembangunan markas batalyon, sekaligus memastikan keberadaan dan pengamanan aset Perhutani di kawasan tersebut.
“Peninjauan ini mencakup kondisi fisik lahan, aksesibilitas jalan, potensi pengembangan wilayah, serta inventarisasi aset Perhutani. Kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, keberadaan Yonif TP diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat sekitar. Perhutani KPH Semarang menyatakan kesiapan untuk mengawal proses tersebut melalui pendampingan teknis oleh jajaran Asper, mantri, dan petugas lapangan.
“Pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan fungsi kawasan hutan,” pungkasnya. (Smg/Noe)
Editor: Aris
Copyright © 2026