KARANGANYAR (25/02/2026) | Upaya optimalisasi kawasan hutan melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi terus dilakukan Perhutani KPH Surakarta. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama budidaya kopi arabika bersama PT Desa Ratu Bagus yang menggandeng konsultan sekaligus Ketua Asosiasi Kopi Dunia, Prof. Eggy Mahardika, pada Minggu (23/02). Kegiatan ini diarahkan pada pengembangan kopi arabika di wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, yang memiliki kondisi agroklimat ideal dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl), suhu 19–25 derajat Celsius, serta curah hujan yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi berkualitas.
Wakil Administratur KPH Surakarta Pirmansyah menyampaikan bahwa Perhutani menyambut baik inisiatif pengembangan kopi arabika sebagai bagian dari strategi optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan. Ia mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan perusahaan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui pola agroforestri. Ia berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan prinsip kehati-hatian, tetap menjaga fungsi lindung kawasan, sekaligus memberikan nilai ekonomi jangka panjang.
Konsultan sekaligus Ketua Asosiasi Kopi Dunia Prof. Eggy Mahardika menjelaskan bahwa kawasan Tawangmangu memiliki potensi besar untuk menghasilkan kopi arabika specialty yang diminati pasar global. Menurutnya, tren permintaan kopi arabika terus meningkat karena memiliki karakter rasa yang lebih ringan dan aromatik. Ia menambahkan bahwa konsep yang didorong adalah budidaya berkelanjutan dengan standar good agricultural practices, pengolahan pascapanen yang baik, hingga pengembangan ekosistem bisnis kopi terpadu. Ke depan, kawasan ini berpeluang menjadi sentra kopi arabika unggulan tingkat provinsi bahkan berorientasi ekspor.
Melalui penjajakan ini, Perhutani berharap terbentuk sinergi investasi yang mampu memperkuat rantai nilai bisnis kehutanan sekaligus menjaga keseimbangan fungsi ekologis kawasan. Pengembangan kopi arabika diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Ska/Mar)
Editor: Aris
Copyright © 2026