SURAKARTA (17/03/2026) | Perum Perhutani KPH Surakarta bersama PUD Aneka Usaha Kabupaten Karanganyar resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengelolaan kawasan wisata di lereng Gunung Lawu. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Selasa (17/03) ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan pengelolaan pariwisata berbasis hutan dengan penguatan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama ini mencakup pengelolaan sejumlah destinasi unggulan, yakni Wana Wisata Puncak Lawu, Taman Saraswati, dan Pringgodani. Kolaborasi antara Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan negara dan PUD Aneka Usaha sebagai BUMD diharapkan mampu menciptakan model pengelolaan wisata yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Karanganyar di tingkat regional maupun nasional.
Administratur Perhutani KPH Surakarta Ronny Merdyanto menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi dan ekologi.
“Pengembangan wisata di kawasan Gunung Lawu harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Perhutani memastikan seluruh aktivitas tetap dalam koridor kehutanan, aman bagi pengunjung, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PUD Aneka Usaha Kabupaten Karanganyar Samidi menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong pengelolaan kawasan wisata dengan pendekatan bisnis yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pengalaman wisatawan.
“Kami melihat potensi besar kawasan Lawu untuk dikembangkan secara optimal. Melalui kerja sama ini, kami akan fokus pada peningkatan kualitas layanan, penguatan fasilitas, serta strategi promosi yang lebih agresif untuk meningkatkan kunjungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.
Bupati Karanganyar Rober Christanto yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut menilai sinergi ini sebagai momentum penting dalam penguatan sektor pariwisata daerah.
“Kerja sama ini bukan hanya soal pengelolaan wisata, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, kami optimistis kawasan Gunung Lawu akan semakin berkembang sebagai destinasi unggulan,” ungkapnya.
Melalui PKS ini, pengelolaan wisata di kawasan Gunung Lawu diharapkan menjadi lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan BUMD menjadi kunci dalam menghadirkan pengelolaan kawasan hutan yang produktif sekaligus lestari, serta mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. (Ska/Mar)
Editor: Aris
Copyright © 2026