Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan banjir di Kabupaten Grobogan. Hal ini diwujudkan dengan melaksanakan kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman di lokasi petak 157D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Godan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo pada Kamis (02/10).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala BKPH Sambirejo beserta jajaran Kepala RPH, mandor lapangan, anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Godan Wana Lestari, serta tokoh masyarakat Desa Godan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia bulan Juni 2025 lalu, di lokasi Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) petak yang sama. Saat itu, kegiatan penanaman pohon, pemasangan patok penahan erosi, serta pembersihan aliran sungai dihadiri langsung oleh Administratur Perhutani KPH Purwodadi beserta jajaran manajemen, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Grobogan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Kapolsek Tawangharjo, Danramil Tawangharjo, Camat Tawangharjo, Kepala Desa Godan, dan anggota Saka Wana Bakti binaan Perhutani.
Pada kesempatan kali ini, jajaran BKPH Sambirejo bersama masyarakat melakukan pemeliharaan dan penanaman kembali sejumlah bibit yang sebelumnya tidak tumbuh dengan baik. Hal ini merupakan bagian dari strategi konservasi dan rehabilitasi kawasan hutan, khususnya pada area KPS, sebagai upaya nyata mencegah terjadinya banjir dan menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah Kabupaten Grobogan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo menyampaikan bahwa keberlanjutan kegiatan ini menjadi bentuk konsistensi Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah dampak bencana.
“Kami tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga memastikan keberhasilan tanaman tumbuh melalui kegiatan pemeliharaan. Kegiatan ini adalah wujud komitmen Perhutani bersama masyarakat dalam menjaga fungsi lindung hutan, sekaligus sebagai ikhtiar bersama untuk mengurangi risiko banjir yang sering melanda wilayah Grobogan,” ungkap Untoro.
Sementara itu, Ketua LMDH Godan Wana Lestari, Sutadi, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung Perhutani dalam menjaga dan merawat tanaman yang ada di kawasan hutan.
“Kami dari LMDH berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan ini. Masyarakat memahami bahwa keberhasilan menjaga tanaman bukan hanya untuk kelestarian hutan, tetapi juga untuk menjaga keselamatan desa dari ancaman banjir,” ujar Sutadi.
Tokoh masyarakat Desa Godan, Marwoto, juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan.
“Kami sangat senang dan mendukung langkah Perhutani. Masyarakat merasakan manfaat langsung dari adanya penanaman dan pemeliharaan ini. Jika hutan terjaga, aliran air sungai pun lebih terkendali, sehingga resiko banjir bisa ditekan,” tutur Marwoto.
Melalui langkah berkelanjutan ini, Perhutani KPH Purwodadi bersama masyarakat berharap agar kawasan KPS di Desa Godan dapat menjadi benteng alami dalam menahan air hujan, mencegah erosi, serta melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang. (Mj-A)