
MANTINGAN, PERHUTANI (22/11/2025) │ Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui jajaran manajemen melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada lahan agroforestry tebu di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebon pada Sabtu (22/11).
Monitoring dilakukan di petak 28 A-1 seluas 11,6 hektare wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mantingan untuk memastikan pelaksanaan kerja sama pengelolaan hutan bersama mitra berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut diikuti oleh Tim Monev Tanaman Tebu KPH Mantingan, Kepala BKPH Kebon, Kepala RPH Mantingan, serta Direktur CV Jati Rimba.
Administratur KPH Mantingan melalui Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan, Ismartoyo, menyampaikan bahwa monev kerja sama perlu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pengelolaan hutan antara BKPH Kebon dan CV Jati Rimba telah sesuai aturan yang berlaku.
“Kegiatan budidaya tanaman tebu melalui kerja sama pengelolaan hutan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Direksi Nomor: 06/Per/Dir/02/2024. Ini merupakan wujud peran aktif Perhutani bersama masyarakat dalam mendukung Asta Cita Ketahanan Pangan khususnya sektor gula, dengan harapan hutan tetap lestari, bermanfaat, dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Melalui monev ini, Perhutani memastikan bahwa seluruh kerja sama harus berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur CV Jati Rimba, Keman, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Perhutani untuk bekerja sama dalam budidaya tanaman tebu di wilayah BKPH Kebon. Ia menambahkan bahwa kegiatan monitoring penting untuk menilai perkembangan tanaman serta kesiapan pihaknya dalam mengelola lahan yang dikerjasamakan.
“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi dan pembelajaran bagi kami dalam mengelola lahan hutan untuk budidaya tebu. Kami berharap Perhutani terus memberikan pendampingan agar produktivitas tanaman tebu dapat optimal,” harapnya.
Melalui kegiatan monev ini, Perhutani KPH Mantingan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kerja sama pengelolaan hutan bersama masyarakat, sehingga fungsi hutan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat desa hutan semakin meningkat.
Editor : Aris