Grobogan – Dalam rangka memastikan keberhasilan tanaman tahun 2025, jajaran Perhutani BKPH Jatipohon KPH Purwodadi melaksanakan kegiatan kontrol pertumbuhan tanaman Tahun I 2025 di petak 83A jenis tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) Stek Pucuk seluas 5,5 hektare, yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama para pesanggem yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi Makmur, pada Selasa (09/12).
Melalui kegiatan ini, petugas Perhutani melakukan pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman meliputi tinggi, diameter, kesehatan tanaman, serta kondisi tapak lahan termasuk keberadaan gulma dan faktor penghambat lainnya. Langkah ini merupakan bagian penting dari monitoring rutin untuk memastikan tanaman tumbuh optimal sesuai target produksi jangka panjang.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kontrol pertumbuhan tanaman ini adalah kunci utama keberhasilan tanaman JPP di masa mendatang.
“Tanaman Jati Plus Perhutani memiliki kualitas unggul, baik dari sisi pertumbuhan maupun produktivitas kayunya. Karena itu, kami melakukan pemantauan berkala guna memastikan seluruh tanaman dapat tumbuh sesuai standar. Kami juga mengajak masyarakat pesanggem untuk terus bersinergi menjaga tanaman dari gangguan hama dan perusakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan, Radik, menegaskan bahwa pengawasan dan pemeliharaan tanaman tidak hanya menjadi tugas Perhutani, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat sekitar hutan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pesanggem dalam menjaga tanaman sejak awal penanaman. Semoga dengan kebersamaan ini, capaian kinerja tanaman tahun 2025 bisa sesuai harapan bahkan lebih baik,” ujarnya.
Peran serta masyarakat juga mendapat sorotan penting dalam kegiatan ini. Ketua LMDH Ngudi Makmur, Wagiyo, menyatakan kesiapannya untuk mendukung Perhutani dalam menjaga keberlangsungan tanaman hutan.
“Kami para pesanggem akan terus mendukung Perhutani. Harapan kami, tanaman tumbuh baik sehingga kelak memberikan manfaat bersama, baik untuk kelestarian hutan maupun kesejahteraan masyarakat,” tutur Wagiyo.
Dengan langkah konsisten dan sinergi yang kuat antara Perhutani dan masyarakat desa hutan, diharapkan tanaman JPP Tahun I 2025 di wilayah BKPH Jatipohon dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil yang terbaik pada masa mendatang. (Mj-A)
Editor : Aris