
PEMALANG, PERHUTANI (04/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang mengadakan diskusi bersama investor wisata untuk membahas potensi pengembangan dan pengelolaan bisnis wisata alam di kawasan hutan wilayah Kecamatan Bantarbolang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang pada Rabu (03/11).
Diskusi ini dihadiri oleh Wakil Administratur KPH Pemalang, Agustinus Rido Haryanto, Kepala Seksi Perencanaan SDH dan Pengembangan Bisnis, Agus Heru Yudyana, Kepala Sub Seksi Agroforestry dan Ekowisata, Teguh Supriyanto, Kepala Sub Seksi Pengembangan Bisnis, Teguh Purnomo, serta jajaran Perhutani lainnya. Hadir pula perwakilan investor wisata rintisan D’Ilah.
Administratur Perhutani KPH Pemalang melalui Kepala Sub Seksi Agroforestry dan Ekowisata, Teguh Supriyanto, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan wisata berbasis alam di kawasan hutan yang dikelola Perhutani, khususnya di RPH Karangasem, BKPH Bantarsari.
“Lahan di Petak 147c RPH Karangasem seluas 4,3 hektare memiliki daya tarik wisata berbasis hutan yang dapat dikembangkan melalui pola kemitraan. Melalui diskusi ini, kami berharap dapat meningkatkan potensi pendapatan dari destinasi rintisan Wisata D’Ilah melalui skema agroforestri,” jelas Teguh.
Ia menegaskan bahwa Perhutani senantiasa terbuka bagi pihak manapun untuk bekerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap bentuk kolaborasi harus tetap mematuhi aturan, termasuk ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Direksi Perum Perhutani Nomor 06 tentang Pedoman Kerja Sama Pengelolaan Hutan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak investor menyampaikan apresiasi atas sambutan Perhutani KPH Pemalang serta peluang kerja sama yang ditawarkan. Menurutnya, wisata alam dan pegunungan di Desa Pegiringan memiliki prospek pengembangan yang sangat baik.
“Kami berharap hasil diskusi ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkrit agar Rintisan Wisata D’Ilah segera terlaksana dan memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak, baik secara sosial maupun ekonomi,” ungkap perwakilan investor.
Melalui langkah awal ini, Perhutani berharap sinergi dengan pelaku usaha dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian alam sebagai daya tarik utama wisata.
Editor : Aris