PATI (06/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Lilo Rukun Minulyo, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menggelar pembahasan rencana kerja sama pengelolaan wisata rintisan bumi perkemahan, Selasa (06/01). Kegiatan ini bertujuan mengembangkan pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat setempat.
Kerja sama wisata antara Perhutani dan masyarakat dilakukan melalui pola kemitraan yang melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) atau entitas lokal. Pola ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan pendapatan lokal, sekaligus menjaga kelestarian hutan melalui pemberdayaan tenaga kerja dengan pendampingan dari Perhutani.
Pembahasan kerja sama dilakukan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor KPH Pati, dihadiri Administratur KPH Pati, Sukmono Edwi Susanto, bersama Tim Pengembangan Bisnis KPH Pati, serta Ketua KTH Lilo Rukun Minulyo, Januri, beserta jajaran pengurus KTH.
Administratur KPH Pati, Sukmono Edwi Susanto, menjelaskan bahwa lokasi kerja sama berada di kawasan hutan produksi Petak 2G, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukolilo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukolilo, KPH Pati, seluas sekitar 2,50 hektare. Pengelolaan kawasan ini telah diatur dalam rencana jangka waktu 10 tahun ke depan.
“Lokasi tersebut awalnya termasuk rencana tebangan tahun 2027 dengan tanaman pokok sonokeling sebanyak 501 pohon, serta jenis rimba lainnya. Mengingat pentingnya fungsi vegetasi tanaman keras di kawasan ini, terutama untuk mengurangi risiko banjir bandang, serta adanya permohonan kerja sama pengelolaan wisata, kami mengusulkan pembatalan rencana tebangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aspek legal formal sangat penting. Kerja sama ini mengikat hak dan kewajiban para pihak, mengacu pada prinsip Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan peraturan terkait pemanfaatan jasa lingkungan hutan. “Melalui kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bersama antara lembaga, masyarakat sekitar, dan Perhutani. Agar wisata berkembang, kreativitas dan inovasi perlu dimanfaatkan, namun tetap menjaga kelestarian dan keamanan hutan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KTH Lilo Rukun Minulyo, Januri, menyampaikan apresiasi atas pertemuan ini. Ia berharap kejelasan lokasi dan kerja sama pengelolaan dapat mendukung pengembangan wisata yang sebelumnya berupa tempat kemah sederhana. “Kami berharap wisata dapat terus berkembang dengan tambahan fasilitas permainan dan kolam renang. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat lebih besar serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekitar 180 anggota KTH. Kami berkomitmen menjaga kelestarian dan keamanan hutan,” pungkasnya. (Pti/Rsw)
Editor: Aris
Copyright © 2026