
BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (20/11/2025) – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi, didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cilacap, Jamanianto, melaksanakan kegiatan penanaman mangrove bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Sida Asih Desa Kutawaru yang diketuai Salman. Kegiatan ini turut melibatkan Permodalan Nasional Madani (PNM) Purwokerto, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Purwokerto yang diwakili Subagyo, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Cilacap. Penanaman dilaksanakan di Petak 47 wilayah RPH Cilacap, BKPH Rawa Timur.
Kegiatan penanaman ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya rehabilitasi lahan sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat desa hutan dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Perhutani, CDK VI Purwokerto, PNM Purwokerto, KTH Sida Asih, serta para pihak lainnya yang berkepentingan terhadap pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.
Penanaman berlangsung lancar dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Jenis tanaman yang ditanam adalah mangrove, yang memiliki fungsi penting dalam perlindungan kawasan pesisir, mitigasi abrasi, serta peningkatan nilai ekologis bagi masyarakat sekitar. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan melalui kegiatan konservasi bersama.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Subagyo, perwakilan CDK VI Purwokerto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem sekaligus sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini.
“Penanaman ini merupakan wujud kerja bersama antara instansi dan masyarakat. Harapannya, hutan tetap lestari dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi melalui kegiatan kemitraan,” ujar Subagyo.
Kepala BKPH Rawa Timur, Kusnadi, menambahkan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas ruang terbuka hijau dan mempertahankan tutupan lahan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
Sementara itu, Ketua KTH Sida Asih, Salman, menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias terlibat dalam kegiatan ini. Ia berharap peran aktif masyarakat dalam penanaman dapat menumbuhkan rasa memiliki sehingga mendorong pengelolaan hutan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Editor : Aris