Grobogan – Dalam rangka menciptakan kondisi hutan yang aman, kondusif, serta tetap lestari, jajaran Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan patroli keamanan hutan terpadu di wilayah hutan BKPH Sambirejo pada Senin (22/12).
Patroli ini menyasar Kawasan Perlindungan Khusus, khususnya di sekitar makam Mbah Sentono yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan patroli dilaksanakan oleh jajaran BKPH Sambirejo bersama anggota Polhutmob KPH Purwodadi serta melibatkan masyarakat Desa Godan. Petugas menyisir kawasan hutan secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya aktivitas ilegal seperti perambahan, pencurian hasil hutan, maupun gangguan keamanan lainnya, terutama menjelang momentum akhir tahun yang rawan terhadap potensi gangguan hutan.
Selain berfokus pada aspek keamanan hutan, patroli ini juga dikemas sebagai patroli religi. Makam Mbah Sentono yang berada di dalam kawasan hutan merupakan lokasi yang sering dikunjungi masyarakat untuk berziarah. Oleh karena itu, Perhutani memastikan kawasan tersebut tetap aman, tertib, bersih, serta terjaga kelestariannya, sehingga fungsi perlindungan hutan dan nilai sosial budaya dapat berjalan beriringan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan patroli terpadu ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kawasan hutan sekaligus menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
“Patroli ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan hutan dari gangguan ilegal, tetapi juga memastikan kawasan perlindungan khusus, termasuk situs religi seperti makam Mbah Sentono, tetap terjaga kelestariannya. Perhutani hadir untuk menjaga hutan sekaligus mendukung nilai budaya dan religi masyarakat,” ujar Susilo.
Sementara itu, Komandan Regu Polhutmob KPH Purwodadi, Suryanto, menegaskan bahwa patroli dilakukan secara preventif dan humanis dengan mengedepankan sinergi bersama masyarakat.
“Kami melakukan patroli secara rutin dan menyeluruh, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan dan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Dengan melibatkan masyarakat, kami berharap upaya pengamanan hutan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap Suryanto.
Partisipasi aktif masyarakat Desa Godan dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari Perhutani. Salah satu perwakilan masyarakat, Turmudi, menyampaikan bahwa keterlibatan warga merupakan bentuk kepedulian terhadap hutan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.
“Kami sebagai masyarakat merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga hutan. Makam Mbah Sentono ini bukan hanya tempat ziarah, tetapi juga berada di kawasan hutan yang harus kita rawat bersama agar tetap aman dan lestari,” tutur Turmudi.
Melalui patroli keamanan hutan dan patroli religi ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, aparat pengamanan, dan masyarakat dalam menjaga hutan sebagai aset negara yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan budaya bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (Mj-A)
Editor : Aris