GROBOGAN – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Perhutani KPH Purwodadi menjalin kerjasama kemitraan penyediaan bahan baku tebu giling bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tapak Bimo Lestari dan Pabrik Gula (PG) Trangkil. Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut berlangsung di Kantor BKPH Linduk, Selasa (05/08).
Penandatanganan dihadiri oleh Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Perhutani KPH Purwodadi, mewakili Administratur KPH Purwodadi, beserta jajaran Tim Pengembangan Bisnis, Kepala BKPH Linduk beserta jajaran, Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari Gun, serta perwakilan PG Trangkil.
Ruang lingkup kerjasama meliputi pemanfaatan areal kawasan hutan seluas total 16,0 hektare di wilayah BKPH Linduk, yaitu petak 193 D-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plososenjayan seluas 8,0 ha dan petak 189-2 RPH Carat seluas 8,0 ha, yang ditanami tebu melalui skema kemitraan antara Perhutani dan LMDH Tapak Bimo Lestari. Hasil panen nantinya akan disalurkan ke PG Trangkil sebagai bahan baku gula nasional.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kasi Produksi dan Ekowisata, Kastur, menyampaikan bahwa kerjasama ini selaras dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Perhutani mendukung penuh upaya ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan kawasan hutan. Kemitraan ini menjadi wujud sinergi kami dengan masyarakat dan industri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar hutan,” kata Kastur.
Perwakilan PG Trangkil, Enggar, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Ini bukan pertama kalinya PG Trangkil menandatangani MoU dengan LMDH binaan KPH Purwodadi. Sebelumnya, kerjasama serupa juga telah dilaksanakan di BKPH Karangasem dan Tumpuk dengan total luas 63,76 hektare. Kami akan selalu terbuka untuk bekerjasama dengan Perhutani dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada gula nasional,” tegas Enggar.
Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari, Gunawan, optimistis program penanaman tebu ini akan memberikan dampak positif bagi anggota LMDH. “Kesempatan bermitra dengan Perhutani dan PG Trangkil menumbuhkan semangat kami untuk mengelola hutan secara produktif dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya kerjasama ini, Perhutani berharap kawasan hutan dapat memberikan fungsi manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi lingkungan, sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku untuk industri gula nasional.