Grobogen – Perum Perhutani KPH Purwodadi menerima kegiatan Praktikum Silvikultur Intensif mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di wilayah kerja BKPH Jatipohon, tepatnya di petak 86D-1 RPH Jangglengan, pada Senin (22/12).
Kegiatan praktik lapangan tersebut berupa pemeliharaan tanaman tahun ke-IV dengan fokus pada kegiatan pruning (pemangkasan). Lokasi praktik memiliki luas 12,1 hektare dengan jenis tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) stek pucuk tahun tanam 2022. Sebanyak lima orang mahasiswa mengikuti praktik ini sebagai bagian dari pembelajaran langsung di lapangan.
Praktikum Silvikultur Intensif ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami serta menerapkan prinsip-prinsip silvikultur intensif (SILIN) yang disesuaikan dengan kondisi tapak, jenis tanaman, dan sistem pengelolaan hutan yang diterapkan di KPH Purwodadi. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menilai efektivitas penerapan SILIN dalam meningkatkan produktivitas tegakan, meliputi kualitas bibit, pertumbuhan awal tanaman, tingkat keberhasilan hidup tanaman, serta respons tegakan terhadap kegiatan pemeliharaan dan perlindungan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa Perhutani sangat terbuka terhadap kegiatan akademik yang bersifat edukatif dan aplikatif di lapangan.
“Perhutani mendukung penuh kegiatan praktikum mahasiswa karena menjadi sarana pembelajaran nyata terkait pengelolaan hutan lestari. Melalui praktik silvikultur intensif ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana penerapan teknik pemeliharaan tanaman Jati Plus Perhutani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tegakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan, Radik Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan pruning merupakan bagian penting dalam pemeliharaan tanaman jati.
“Pemangkasan bertujuan untuk membentuk batang yang lurus dan bebas cabang sehingga kualitas kayu yang dihasilkan nantinya lebih optimal. Kami berharap mahasiswa dapat memahami teknik pemeliharaan yang benar sesuai standar Perhutani,” jelasnya.
Perwakilan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, Diana Putri, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan oleh Perhutani KPH Purwodadi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena dapat melihat dan mempraktikkan langsung penerapan silvikultur intensif di lapangan. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk memahami pengelolaan hutan produksi secara berkelanjutan,” ungkap Diana.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap sinergi antara dunia akademik dan pengelola hutan dapat terus terjalin, guna mendukung pengembangan sumber daya manusia kehutanan yang profesional serta pengelolaan hutan yang produktif dan lestari. (Mj-A)
Editor : Aris