KEDU UTARA (29/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) wisata pendakian Gunung Sindoro melalui jalur Kledung yang berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Rabu (24/12). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pendakian bagi para wisatawan.
Pendakian Gunung Sindoro via Kledung merupakan salah satu destinasi favorit karena aksesnya yang relatif mudah serta panorama alam yang menarik. Tingginya minat pendakian menuntut pengelolaan yang baik, termasuk penerapan standar keamanan, kesiapsiagaan pengelola, serta kepatuhan terhadap ketentuan di kawasan hutan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Maria Heny Sustikarini, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan memastikan seluruh aspek pengelolaan wisata pendakian berjalan sesuai ketentuan, terutama terkait keselamatan pengunjung.
“Monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk meninjau kondisi di lapangan, mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana pendakian, penerapan prosedur keamanan, hingga kesiapan pengelola basecamp dalam memberikan pelayanan kepada pendaki. Aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Perhutani secara konsisten mendorong pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada perlindungan pengunjung dan kelestarian kawasan hutan. Hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama antara Perhutani dan pengelola wisata.
Kepala BKPH Temanggung, Riry Osmaroza, menjelaskan bahwa monitoring dilakukan dengan meninjau sejumlah titik penting, antara lain basecamp pendakian, jalur awal, pos registrasi, serta papan informasi dan rambu keselamatan. Evaluasi juga mencakup sistem pencatatan pendaki dan kesiapsiagaan pengelola menghadapi kondisi darurat.
“Pendakian Gunung Sindoro memiliki karakteristik tersendiri sehingga pengelolaan keamanannya harus diperhatikan. Kami memastikan jalur pendakian aman, informasi bagi pendaki tersedia jelas, dan pengelola siap menindaklanjuti situasi darurat,” jelasnya.
Pengelola basecamp pendakian Gunung Sindoro via Kledung, Ryan, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan.
“Kami menyambut baik monitoring dan evaluasi dari Perhutani. Dengan masukan dan arahan, kami dapat terus memperbaiki pengelolaan, khususnya terkait keamanan dan pelayanan pendaki, agar pendakian Gunung Sindoro tetap aman dan nyaman,” ujarny.
Perhutani KPH Kedu Utara berharap melalui kegiatan monitoring ini, pengelolaan wisata pendakian Gunung Sindoro via Kledung dapat berjalan tertib, aman, dan profesional. Sinergi antara Perhutani dan pengelola diharapkan mendukung pengembangan wisata alam yang berkelanjutan serta memberikan rasa aman bagi para pendaki. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2025