
BLORA, PERHUTANI (23/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora bersama KPH Randublatung melaksanakan patroli gabungan di kawasan perbatasan hutan kedua wilayah pada Sabtu (22/11).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama Perhutani dan Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarejo dalam memperkuat pengamanan serta pengawasan kawasan hutan, terutama menjelang musim penghujan yang sering menimbulkan berbagai potensi kerawanan.
Patroli gabungan tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisari beserta seluruh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) dan anggotanya. Dari KPH Randublatung hadir Kepala BKPH Ngliron dan Kepala BKPH Temanjang bersama masing-masing jajarannya. Sementara itu, Kapolsek Banjarejo Gembong Widodo turut hadir didampingi personel Polsek Banjarejo untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Administratur KPH Blora melalui Kepala BKPH Kalisari, Ahmad Irfan Darusetya, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan langkah strategis dalam mengintensifkan pengamanan hutan negara, terutama di wilayah perbatasan yang sering menjadi titik rawan terjadinya gangguan keamanan hutan. Ia menegaskan perlunya sinergi berkelanjutan antara Perhutani dan aparat kepolisian.
“Patroli gabungan antara KPH Blora dan KPH Randublatung bersama Polsek Banjarejo merupakan bentuk sinergi yang penting dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kapolsek Banjarejo Gembong Widodo menegaskan dukungan penuh kepolisian dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Menurutnya, patroli lintas wilayah ini merupakan bukti bahwa kolaborasi Perhutani dan Polri telah terjalin dengan baik dan perlu terus diperkuat.
“Sinergitas yang sudah berjalan baik ini diharapkan mampu menekan tindakan illegal logging serta membantu upaya mitigasi bencana alam, terutama menghadapi musim penghujan,” tegasnya.
Patroli gabungan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai langkah preventif dalam menjaga kelestarian hutan serta memastikan keamanan kawasan hutan negara secara berkelanjutan.
Editor : Aris