Grobogan – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di awal musim penghujan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama TNI dan Polri menggelar Apel Siaga Penanggulangan Bencana di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, pada Sabtu (1/11).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran BKPH Pojok, Babinsa Koramil Tawangharjo, Bhabinkamtibmas Polsek Tawangharjo, LMDH Batur Wono Makmur, serta masyarakat Desa Godan. Apel siaga tersebut merupakan langkah antisipatif terhadap meningkatnya intensitas curah hujan pada bulan November yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di kawasan hutan maupun sekitar desa.
Selain apel pasukan, kegiatan ini juga diisi dengan pengecekan peralatan penanggulangan bencana, simulasi tanggap darurat, serta pembersihan saluran air dan drainase di sekitar kawasan hutan dan pemukiman warga. Langkah-langkah tersebut menjadi wujud nyata sinergi antar lembaga dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang R, dalam sambutannya menyampaikan bahwa apel siaga ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk memastikan seluruh jajaran siap menghadapi berbagai kemungkinan di musim penghujan.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus melindungi masyarakat sekitar dari risiko bencana. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dan LMDH agar penanganan di lapangan bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil Tawangharjo, Sertu Kusnanto, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.
“Kami siap bersinergi dengan semua pihak, termasuk Perhutani dan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan. Dengan latihan dan kesiapan yang baik, kita bisa meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan bersama,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Ketua LMDH Batur Wono Makmur, Jarmo, yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami dari LMDH bersama masyarakat siap membantu kegiatan pencegahan bencana, seperti menjaga kebersihan saluran air dan tidak menebang pohon sembarangan. Hutan yang terawat adalah benteng alami dari bencana,” ungkapnya.
Melalui kegiatan apel siaga dan aksi lapangan tersebut, Perhutani berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian hutan memiliki peran penting dalam mencegah bencana. Kolaborasi aktif antara Perhutani, TNI, Polri, LMDH, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap alam dan keselamatan lingkungan. (Mj-Bd)
Editor : Aris