BLORA (16/02/2026) | Perum Perhutani KPH Blora menghadiri rapat pembahasan rencana pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) yang dilaksanakan di Balai Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Senin (16/02).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Operasional Project PT Agrinas Brigjen Blasius Popilus, Vice President Operasional Project Kolonel Achmad Saiful, Wakil Bupati Blora beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Administratur/KKPH Blora Yeni Ernaningsih beserta Asper/KBKPH Ngawenombo, jajaran Forkopimcam Kunduran, serta Kepala Desa Kedungwaru bersama perangkat desa.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, dan Perhutani, diharapkan rencana pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan di wilayah Kabupaten Blora dapat berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Administratur/KKPH Blora Yeni Ernaningsih menjelaskan bahwa rencana pembangunan KSPP yang akan diusulkan berada di kawasan hutan RPH Ngawenombo, BKPH Ngawenombo, KPH Blora dengan luas kurang lebih 21,763 hektare. Namun demikian, mengingat lokasi yang direncanakan berada di dalam kawasan hutan, proses pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, salah satunya mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perencanaan Kehutanan, Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan serta Penggunaan Kawasan Hutan. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya Perhutani mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Kawasan hutan di Kabupaten Blora yang mencapai 47 persen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsinya sebagai hutan.
Direktur Operasional Project PT Agrinas Brigjen Blasius Popilus dalam sambutannya menyampaikan bahwa rencana KSPP akan mengusung sistem pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi. Konsep Kawasan Sentra Produksi Pangan ini nantinya menerapkan sistem pertanian modern agar biaya produksi lebih efisien dan hasil pertanian meningkat. Sistem yang diterapkan meliputi tiga aspek, yaitu agronomi, agroindustri, dan agribisnis. Ia berharap melalui kegiatan ini potensi hasil pertanian Kabupaten Blora dapat terakomodasi dan teroptimalkan secara maksimal. (Blr/Ist)
Editor: Aris
Copyright © 2026