Grobogan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan hutan dan mendukung keberhasilan tanaman tahun 2025. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengembangan persemaian swadaya dengan kapasitas 24.000 plances bibit yang berlokasi di pekarangan rumah dinas Kepala RPH Kemadohbatur. Minggu (16/11)
Kegiatan persemaian ini melibatkan sinergi antara petugas BKPH Pojok dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Batur Wana Makmur Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. Kebersamaan antara Perhutani dan masyarakat ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memastikan ketersediaan bibit yang berkualitas untuk kegiatan penanaman dan sulaman tahun 2025.
Adapun bibit yang dikembangkan terdiri dari 8.000 plances bibit jati, 4.000 plances bibit kepoh, dan 12.000 plances bibit kluwih. Bibit-bibit tersebut akan memperkuat kebutuhan lapangan di wilayah BKPH Pojok selain pasokan dari Persemaian Induk Perhutani KPH Purwodadi, yaitu Persemaian Sinawah.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang R, menyampaikan bahwa persemaian swadaya ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian di tingkat tapak serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan.
“Pengembangan persemaian swadaya ini kami lakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim tanam 2025. Dengan dukungan LMDH, kami berharap bibit yang dihasilkan lebih berkualitas dan jumlahnya mencukupi kebutuhan di lapangan. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan dan keberhasilan tanaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala RPH Kemadohbatur, Rusman, menjelaskan bahwa persemaian dikelola secara intensif setiap hari untuk memastikan bibit dapat tumbuh optimal.
“Kami memanfaatkan lahan pekarangan di rumah dinas sebagai lokasi persemaian karena dekat dengan area kerja dan mudah dipantau. Setiap hari petugas bersama masyarakat melakukan penyiraman, pengisian media, dan pemeliharaan bibit secara bergiliran. Dengan cara ini, pekerjaan menjadi lebih efektif dan hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.
Keterlibatan masyarakat terasa semakin kuat dengan hadirnya partisipasi anggota LMDH yang ikut membantu proses persemaian sejak awal. Salah satu anggota LMDH, Sutarmini, mengaku senang dapat terlibat langsung.
“Kami merasa bangga bisa ikut membantu Perhutani. Dari kegiatan ini kami jadi belajar cara membuat dan merawat bibit yang benar. Semoga bibit yang ditanam nanti tumbuh baik dan bermanfaat untuk hutan maupun masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan persemaian swadaya ini, Perhutani berharap dapat memperkuat upaya pelestarian hutan sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat desa hutan. Kemandirian penyediaan bibit di tingkat BKPH menjadi langkah strategis dalam mendukung program penanaman dan memastikan keberhasilan tanaman pada tahun 2025. Perhutani KPH Purwodadi akan terus mendorong berbagai kolaborasi positif bersama masyarakat demi menjaga kelestarian hutan dan mewujudkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat sekitar hutan. (Mj-Bd)
Editor : Aris