SURAKARTA (28/02/2026) | Upaya peningkatan standar keselamatan dan keamanan destinasi wisata terus dilakukan di kawasan wisata hutan. Perhutani KPH Surakarta melaksanakan pendampingan monitoring dan evaluasi (monev) tindak lanjut hasil inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) wisata yang sebelumnya dilakukan oleh Polda Jawa Tengah di objek wisata New Sekipan, Tawangmangu, pada 25 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan pemenuhan standar keselamatan pengunjung, mengingat sektor wisata alam memiliki risiko operasional yang harus dikelola secara profesional sesuai prinsip manajemen risiko dan standar keselamatan destinasi.
Administratur Perhutani KPH Surakarta, Ronny Merdyanto, menyampaikan bahwa dari total 130 kriteria hasil inspeksi, hingga saat ini sebanyak 68 kriteria telah dinyatakan terpenuhi. Ia menjelaskan bahwa Perhutani KPH Surakarta terus melakukan pendampingan bersama pengelola agar seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti secara bertahap. Targetnya, sebelum bulan April, kekurangan yang masih memungkinkan dapat segera dipenuhi sehingga standar keselamatan dan kenyamanan pengunjung semakin optimal. Ia menambahkan bahwa peningkatan aspek K3 menjadi bagian penting dalam pengelolaan wisata berbasis hutan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Direktur PT Sehati Lawu Maju selaku pengelola New Sekipan, Arief Tri Wahyudi, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan sarana keselamatan, sistem mitigasi risiko, serta penataan area sesuai standar yang ditetapkan. Dukungan dan pendampingan dari Perhutani serta instansi terkait dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan dan keamanan destinasi.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan seluruh standar keselamatan dapat terpenuhi sehingga New Sekipan menjadi destinasi wisata alam yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan profesional. Sinergi antara Perhutani, pengelola, dan aparat terkait diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong pengembangan wisata hutan yang berkelanjutan, aman, dan berdaya saing. (Ska/Mar)
Editor: Aris
Copyright © 2026