SEMARANG (17/06/2026) | Perhutani menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Tebu dengan PT PG Rajawali I dan PT PG Rajawali II di Ruang Rapat Lantai 7 Kantor Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Semarang. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas tanaman tebu kemitraan sekaligus memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku tebu giling di pabrik gula sesuai kapasitas yang telah ditetapkan.
Kerja sama ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan baku tebu selama musim giling sehingga proses produksi dapat berjalan lancar dan target penyelesaian musim giling dapat tercapai tepat waktu.
Ruang lingkup kerja sama meliputi kegiatan budi daya tebu, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), perlakuan tegakan tebu agar tumbuh dan masak secara optimal, analisis kemasakan tebu, hingga pelaksanaan tebang, muat, dan angkut tebu.
Total areal yang dikerjasamakan mencapai 2.523,63 hektare, terdiri atas Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah bersama PG Hak Guna Usaha (HGU) seluas 104,00 hektare, Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah bersama PG Tersana Baru seluas 94,47 hektare, Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah bersama PG Rajawali Baru seluas 338,61 hektare, serta Perhutani Divisi Regional Jawa Timur bersama PG Rajawali Baru seluas 1.986,55 hektare.
Direktur Operasi Perhutani, Natalas Anis Harjanto, menyampaikan bahwa kerja sama antara Perhutani, PT PG Rajawali I, dan PT PG Rajawali II telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
“Kami berharap seluruh pengalaman dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi bahan perbaikan pada tahun tebang maupun musim giling 2026. Perhutani akan memberikan performa terbaik untuk melayani kebutuhan PT PG Rajawali I maupun PT PG Rajawali II,” ujarnya.
Natalas menjelaskan bahwa salah satu hasil evaluasi tahun sebelumnya adalah masih adanya kendala infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan operasional. Oleh karena itu, setiap Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) telah diberikan kesempatan untuk mengusulkan perbaikan jalan pada lokasi yang sulit dilalui.
“Para Administratur KPH diminta mengawal perbaikan jalan tersebut agar dapat dilalui dengan baik oleh armada pengangkut dari PT PG Rajawali I maupun PT PG Rajawali II. Usulan dari KPH sudah kami terima dan proses perbaikan jalan secara mandiri juga telah berjalan di lapangan,” katanya.
Terkait kondisi cuaca, Natalas menyebut bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia saat ini memasuki musim kemarau yang lebih panjang sehingga intensitas hujan mulai berkurang.
“Kondisi ini tentu menguntungkan karena kami dapat menyusun jadwal operasional yang lebih ketat sehingga seluruh target pekerjaan pada tahun 2026 dapat diselesaikan tepat waktu,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa manajemen Perhutani terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan kerja sama.
“Jika terdapat kendala yang tidak dapat diatasi, seperti lokasi yang terlalu jauh atau hambatan perbaikan jalan yang sulit diselesaikan, kami terbuka untuk membicarakan kesepakatan baru maupun alternatif lainnya. Pengalihan pekerjaan kepada mitra lain merupakan pilihan terakhir apabila memang sudah tidak ada solusi yang memungkinkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PG Rajawali I, Daniyanto, menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan jangka panjang antara Perhutani dan PT PG Rajawali I.
“Kerja sama dengan Perhutani sangat penting bagi kami, terlebih saat ini kapasitas giling tebu terus meningkat hingga mencapai 9,5 juta kuintal. Kami berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban kepada Perhutani secara tepat waktu,” katanya.
Daniyanto mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya kegiatan operasional sempat menghadapi tantangan akibat fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi dan berkepanjangan. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian tebu milik petani maupun beberapa KPH tidak dapat dipanen secara optimal.
“Kendala logistik juga sempat terjadi karena kondisi tanah yang sangat basah, seperti di wilayah KPH Jombang yang tidak dapat dilalui armada truk pengangkut,” jelasnya.
Berdasarkan proyeksi satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, Daniyanto memperkirakan musim kemarau panjang akan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga akhir Desember tahun ini.
“Momentum cuaca yang baik ini akan kami manfaatkan untuk menyelesaikan kewajiban penebangan bersama Perhutani. Kami menargetkan tidak ada lagi tebu yang tersisa di lahan pada tahun tebang 2026,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa PT PG Rajawali I mendapat amanah untuk mengelola PG Madu Baru. Sebagian areal KPH di bawah Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah nantinya akan dibagi pengelolaannya di bawah koordinasi sejumlah manajemen pabrik gula.
“Adanya tampungan baru di PG Madu Baru diharapkan dapat memperlancar pemenuhan kewajiban kepada Perhutani. Perencanaan tebang, muat, dan angkut akan dikoordinasikan secara tepat waktu untuk memenuhi pasokan di beberapa wilayah pabrik gula,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PG Rajawali II, Ardian Wijanarko, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani selama ini dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan pasokan yang diberikan Perhutani sehingga mampu menunjang kegiatan operasional kami. Tahun lalu kami mencatat peningkatan aktivitas operasional yang cukup signifikan,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara Perhutani dan Rajawali dapat terus diperkuat sehingga kerja sama yang telah terjalin mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua belah pihak.
“Kerja sama ini kami harapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dan memberikan kontribusi bagi kemajuan negeri. Semoga tanaman tebu tumbuh subur, hasilnya melimpah, dan kemitraan ini semakin kuat dari tahun ke tahun,” tuturnya.
Penandatanganan PKS Kemitraan Tebu masa tanam 2025/2026 ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Perhutani, PT PG Rajawali I, dan PT PG Rajawali II untuk meningkatkan produktivitas tebu, memperkuat sinergi kemitraan, serta mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ditutup dengan doa dan ucapan syukur bersama seluruh peserta yang hadir. (DivJateng/Isa)
Editor: Hening
Copyright © 2026